Masih Banyak yang Salah Selama Ini! Mana Air yang Lebih Bersih antara Air Dimasak atau Air Galon? Ini Fakta yang Masih Banyak Orang Tak Tau!

Masih Banyak yang Salah Selama Ini! Mana Air yang Lebih Bersih antara Air Dimasak atau Air Galon? Ini Fakta yang Masih Banyak Orang Tak Tau!

Air yang bunda konsumsi biasanya dari mana? Air galon kah? Air dari PAM kah atau air yang bersumber dari sumur? Sebagian besar, terutama masyarakat urban diperkotaan hampir mustahil memakai air sungai untuk sarana kebutuhan minumnya sehari-hari. Bahkan kalau di kota, sudah jarang yang menggunakan air sumur untuk di minum karena sebagian besar terkontaminasi bakteri dan zat-zat kimia lainnya. Mari bunda, sebagai pengetahuan umum kita telaah lebih jauh penjelasan dibawah ini :

Apakah air galon pasti aman?

Air minum dalam kemasan yang dijual dalam bentuk galon memang kesannya lebih aman. Terutama jika kita sering melihat iklan di TV atau media lainnya, nampak air galon sangat higienis pemrosesannya. Yang perlu diperhatikan, sebelum memutuskan air galon ada baiknya melihat apakah merk air galon tsb sudah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan telah diuji sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebaiknya hindari membeli air galon dari tempat atau merk yang belum menyertakan izin edar Badan POM, sebab resiko air tersebut mengandung patogen berbahaya sangatlah tinggi.

Belum cukup sampai disitu, jika standardisasi sudah terpenuhi (sudah ada izin BPOM), lihat juga batas kadaluarsanya. Air memang tidak akan kadaluarsa, namun bahan plastik pembuat galon itu berpotensi tercemar bakteri dan zat kimia berbahaya lainnya. Dan efeknya, air yang ada di galon juga bisa membahayakan kesehatan. So, sebaiknya hindari mengkonsumsi air galon yang sudah lewat batas tanggal kadaluarsanya. Pengaruh udara panas dalam ruangan dan juga paparan sinar matahari sewaktu galon di simpan, berpotensi membuat bahan kimia plastik dalam galon ikut luruh ke dalam air. Bakteri jahat juga akan berkembang biak dengan ganas.

Bagaimana dengan air keran? Apakah juga aman?

Yang patut dipertimbangkan adalah air keran yang ada dirumah kita bersumber dari tempat yang berbeda². Air keran bisa bersumber dari air tanah (instalasi sumur bor dll), ada pula air PDAM yang sumbernya kebanyakan dari sungai maupun dari danau. Untuk air PAM pemerintah biasanya sudah melalui tahap penyulingan dan proses yang membuatnya menjadi higienis. Sehingga aman untuk diminum tanpa proses dimasak lagi. Namun, jangan lakukan itu karena air PAM yang sampai kerumah kita biasanya sudah berbaur dengan benda lain termasuk bakteri dkk.

Kenapa air PAM harus dimasak? Penyebabnya mudah ditebak, itu karena penurunan kualitas air selama proses pengaliran melalui instalasi pipa² hingga sampai kerumah penduduk. Alasan lainnya mungkin disebabkan oleh pemasangan pipa yang tidak sesuai standar mutu PAM atau berbagai masalah teknis lainnya. Akibatnya, bakteri tumbuh di pipa dan air pun belum tentu aman diminum tanpa dimasak.

Sedangkan air tanah dari sumur atau galian di rumah Anda belum terjamin mutunya. Anda masih harus membawa sampel air tersebut ke laboratorium untuk diuji kualitas dan kebersihannya. Setelah dinyatakan bersih dan aman, barulah Anda bisa mengkonsumsinya.

Jika air tanah di rumah Anda belum diuji, jangan dipakai untuk minum dan masak. Apalagi kalau ada tanda-tanda kontaminasi seperti air keruh, berwarna kekuningan, atau mengeluarkan bau yang asing.

Apakah merebus air keran bisa efektif membunuh bakteri?

Dalam beberapa keadaan, bakteri (patogen berbahaya) bisa mati ketika air direbus hingga mendidih. Namun perlu bunda tahu, Ada beberapa jenis bakteri yang tetap bisa hidup meski airnya sudah di rebus hingga suhu 100ºC. Dengan kata lain, merebus air keran yang berasal dari air tanah tidak menjamin 100% air bebas bakteri.

Bakteri tertentu seperti Clostridium botulinum masih bisa hidup di atas suhu 100 derajat Celsius. Bakteri yang hidup di tanah, sungai, dan danau ini bisa menyebabkan penyakit botulisme pada manusia yang terinfeksi.

So, cara paling bijak mengatasinya adalah dengan terlebih dahulu membawa sampel air keran tadi ke laboratorium publik untuk di uji zat-zat yang terkandung didalamnya, agar aman dikonsumsi.

Konklusi : Harus memilih antara air galon atau air keran?

Memang, banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika akan memilih air galon atau air keran. Jika memutuskan membeli air galon, pilihlah merek yang telah terdaftar BPOM dan SNI. Pastikan juga galon belum kedaluwarsa serta sebaiknya simpan ditempat sejuk yang jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Dan jika anda ingin memakai air keran, lebih baik uji kualitas airnya dengan membawa ke laboratorium dinas kesehatan setempat. Jika hasil lab menunjukkan bahwa bebas bakteri, virus, atau racun. Barulah bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dan yang terpenting masaklah air hingga titik didih 100º C. Saat memasak hendaklah tunggu dan biarkan air mendidih sekurangnya 10 Menit.

Bagi penderita ginjal, sebaiknya konsultasikan ke dokter dahulu. Kebutuhan air seperti apa yang diperlukan? Demikian info hari ini, SHARE jika dirasa bermanfaat!



Masih Banyak yang Salah Selama Ini! Mana Air yang Lebih Bersih antara Air Dimasak atau Air Galon? Ini Fakta yang Masih Banyak Orang Tak Tau! | Ummi Sayang | 4.5