Hnya Wanita Sombong Yg Tak Mau Share Ini: Setelah Melahirkan Anak Kedua, Istriku Selalu Membiarkan Pintu Kamar Mandi Terbuka Saat Mandi, Setelah Mengetahui Alasannya Aku pun Menyesal dan Menangis

166,046 views

Mesothelioma lawyers

Kisah ini sarat dengan hikmah terutama bagi mereka yang telah berumah tangga dan juga bagi anda-anda yang nantinya juga akan berumah tangga. Sebuah realita dalam kehidupan sehari-hari dan kejadian-kejadian seperti ini memang acap kali kita jumpai. Entah disadari atau tidak, yang pasti kisah yang kami ceritakan kembali dibawah ini adalah sebagai pengingat bagi kita, bahwa pasangan hidup kita memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan penghargaan akan hal ini tentu saja merupakan sebuah keniscayaan yang tak mungkin untuk dihilangkan.

Terlepas bahwa ini kisah fiksi atau non fiksi, pengajaran yang termuat didalamnya bisa reguk dalam-dalam. Sehingga tidak akan ada lagi dalam sebuah keluarga adanya keretakan yang hanya disebabkan masalah sepele.

Kami 100resepmasakan.com merasa perlu menyebarkan kembali tulisan ini, karena didalamnya penuh akan makna dan hikmah kehidupan yang penting dalam menjalani biduk rumah tangga. Percuma menikah berpuluh tahun namun salah satu pasangan ada yang terbebani secara terus-menerus. Yuk simak dibawah ini secara langsung kisahnya.

Mesothelioma lawyers

Setelah Melahirkan Anak Kedua, Istriku Selalu Membiarkan Pintu Kamar Mandi Terbuka Saat Mandi, Setelah Mengetahui Alasannya Aku pun Menyesal dan Menangis

Yaps memang benar, tak ada keberanian dalam diriku untuk mengatakan bahwa aku ini manusia baik. Namun dalam pandangan banyak orang, aku nampaknya seperti itu. Pria yang stabil,punya penghasilan yang sangat cukup, sayang istri.

Dalam benakku selalu tertanam sebuah pemikiran, hidup dizaman ini penuh dengan macam godaan yang silih berganti, mampu untuk tidak tergoda dengan itu semua sudah lebih dari cukup untuk disebut sebagai pria yang baik. Pikiran itu senantiasa tumbuh subur hingga kini dan nampak begitu terpatri dalam diriku.

Istriku adalah cinta pertamaku. Kami berpacaran selama 3 tahun sebelum memutuskan untuk menikah. Kami saling pengertian sangat dalam sehingga hanya dengan saling memandang saja, sudah tahu apa yang dipikirkan masing-masing.

Aku berkeyakinan pernikahan kami berlanjut hingga kini dan sampai detik ini, itu bisa di bilang kami telah membina serta menjalani sebuah pernikahan yang begitu bahagia, didamba banyak manusia.

Sesudah menikah pun, istriku mampu menunjukkan bahwa dirinya memang seorang perempuan yang baik. Dia nyaris tidak lagi melakukan hobinya sewaktu belum menikah. Semua kegemarannya dulu total dia hentikan hanya untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri yang baik. Tipikal istri yang sulit dijumpai zaman ini.

Mesothelioma lawyers

Dalam keseharian waktu pagi sebelum aku mulai berangkat untuk kerja, biasanya aku hanya tinggal duduk, sementara untuk sarapan pagi, perlengkapan untuk ke kantor maupun baju untuk bekerja, semuanya telah disiapkan oleh istriku.

Begitupun ketika aku pulang dari bekerja, Santapan untuk makan malam telah tertata dengan rapi di meja makan. Aku hanya perlu duduk dan mengambil piring + sendok lalu sudah bisa menyantap hidangan terbaik diatas meja. Perihal tugas-tugas rumah yang lainnya seperti menyapu, menyetrika baju, mencuci pakaian ataupun mengepel sudah selesai dikerjakan semuanya oleh istri.

∝ ∝ ∝ ∝ ∝ ∝

Siklus kehidupan seperti ini sudah menjadi perputaran roda kehidupan yang berulang-ulang. Dimana aku kerja diluar dan didalam rumah, aku sama sekali tak bekerja lagi ataupun sekedar membantu istri menyiapkan piring untuk makan. Mulai tertanam dalam otakku sebuah pikiran bahwa memang seharusnya itu kewajiban seorang istri untuk suaminya.

Pola kehidupan seperti ini sudah cukup lama aku alami, tak ada pekerjaan dirumah yang aku sentuh sedikitpun. Lama-kelamaan diriku seolah raja yang tidak perlu lagi membantu istri sedikitpun. Raja yang senantiasa telah  disiapkan segala kebutuhannya oleh sang istri.

Setelah kami punya anak pertama, tentu saja kesibukan istriku bertambah, dia tidak hanya mengurus rumah dan aku, tapi juga mengurus kebutuhan anak.

Aku sering melihatnya sibuk, namun aku tetap tidak sadar. Saat di rumah aku terkadang bermain dengan anak sebentar, dan hanya itu saja, tidak pernah membantu sedikitpun pekerjaan istri.

Warga sekitar (terutama tetangga) melihat keluarga yang kami bina adalah keluarga yang harmonis dan penuh kebahagiaan. Aku sebagai suami sangat ahli menafkahi sedangkan istriku sangat ahli dalam mengurus rumah tangga. Mereka sama sekali tidak memahami kondisi yang sebenarnya, kenyataan bahwa beban kerja istriku sudah sangat berat.

Mesothelioma lawyers

∝ ∝ ∝ ∝ ∝ ∝

Tahun berganti dengan siklus kehidupan kami yang tetap sama. Akhirnya anak kedua kami lahir. Kami dikaruniai seorang anak lagi, gadis mungil nan lucu resmi menjadi anggota baru dalam keluarga ini. Tentu saja kebahagiaan bertambah karena kami diberi seorang gadis kecil yang cantik, namun dibalik itu semua ada sebuah makna yang melekat, bahwa pekerjaan rumah istriku menjadi bertambah (lagi).

Aku masih teringat betul waktu itu ketika aku asyik bermain-main dengan anak kedua kami. Tiba-tiba anak pertama kami menangis cukup kencang, istriku yang waktu itu lagi menyetrika baju, meninggalkan setrikaannya dan langsung bergegas mendekati anak pertama kami yang sedang menangis.

Dia menangis ternyata karena lapar, istriku dengan sigap bergegas ke dapur memasak air buat menyeduh susu. Sambil terus membujuk sang anak agar berhenti nangis. Cekatan, gesit dan tau apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi seperti itu, begitulah istriku. Sedangkan aku hanya sebagai penonton yang bisanya melihat saja tanpa memberi sedikitpun bantuan.

Tiba-tiba HP ku berdering, aku segera menuju sumber suara dan buru-buru mengangkat hp ku. Anak pertamaku, aku biarkan sendirian. Hanya beberapa saat saja, telepon itu berlangsung selama sekitar 5 menit dan aku segera kembali ke anak yang kedua lagi.

Aku pun begitu terkejutnya karena anak kedua kami ternyata sedang bergelantungan di tepi ranjang. Musababnya adalah ketika aku meninggalkan dia, ternyata dia berusaha turun sendiri dari ranjang. Hampir saja terjadi insiden yang fatal hari itu.

Di dapur aku menjumpai istriku sedang membuat susu untuk anak pertama, aku pun memanggilnya dan langsung memarahinya.

Mesothelioma lawyers

“Bagaimana sih kamu sebagai ibu, anak sendiri tidak diurus, lihat! Anakmu hampir jatuh dari ranjang!”

Istriku meminta maaf sambil menangis, dan buru-buru menggendong anak kami, dan terus meminta maaf karena lalai.

∝ ∝ ∝ ∝ ∝ ∝

Selang beberapa hari kemudian, aku pulang lebih cepat dari kantor, hal ini dikarenakan kantor sedang mengadakan rapat besar para direksi, sehingga kami para para karyawan diperbolehkan pulang lebih cepat dari biasanya. Aku pun bergegas menuju kerumah.

Beberapa waktu kemudian, sesampai dirumah, aku baru menyadari bahwa istriku sedang mandi. Satu hal yang membuatku TERBELALAK dan TERKEJUT, istriku mandi tanpa menutup pintu kamar mandinya.

Emosiku memuncak, aku sangat kesal, dan seketika itu pula aku memarahinya,

“Kamu gak punya sopan santun kah? Apa kamu gak malu telanj4ng dilihat orang? Untung aku yang masuk ke rumah, bagaimana seandainya  orang lain yang masuk? ”

Istriku menjawab lembut, “Sayang, ayo kesini, masuk ke kamar mandi bersamaku!”

Awalnya aku agak ragu dan bertanya-tanya dalam hati, tapi akhirnya aku masuk ke kamar mandi juga.

“Nah, kamu lihat, dari sini kita bisa melihat jelas kedua anak kita, kalau aku menutup pintu kamar mandinya, lalu siapa yang akan mengawasi mereka.”

Mesothelioma lawyers

Tak hanya itu, aku menemukan sesuatu yang tak terduga lainnya. Aku memperhatikan bagian tubuh istriku dengan teliti, ternyata  ada beberapa bekas luka di tangannya yang selama ini tak pernah aku tahu dan bagian betisnya juga mengalami varises, dibagian tubuhnya yang lain ada bekas memar yang baru hari itu aku mengetahuinya. Karena selama ini aku tak pernah memperhatikan istriku, jangankan memperhatikannya, menolong pekerjaan rumahnya sedikit saja aku tak pernah mau.

Aku tak ingin lama-lama dengan rasa penasaranku! Aku langsung bertanya apa yang menjadi penyebab semua memar dan luka yang ia alami. Istriku menjelaskan dengan lembut, bahwa semua memar dan luka yang ia derita terjadi ketika ia sibuk melakukan pekerjaan rumah dan juga sewaktu ia mengurus anak-anak kami. Bekas melepuh ditangannya akibat ia terkena air panas buat menyeduh susu anak, varises di kakinya disebabkan ia mengangkat barang berat dalam waktu yang sudah terlalu lama.

Tiba-tiba obrolan kami terhenti, anak kedua kami menangis, belum sempat berpakaian dan dengan hanya mengenakan handuk, istriku segera menghampiri anak kami, dia segera berusaha menenangkannya dengan lembut.

Waktu itu ternyata si bungsu mengompol. Istriku dengan cekatan mengganti celananya, celana yg kotor itu ditaruh ke keranjang cucian.

Mesothelioma lawyers

Saat itu Aku baru menyadari satu hal…..

Biasanya ketika aku pulang kerja di waktu yang seperti biasanya, semua cucian sudah selesai dicuci. Namun hari itu (karena aku pulang lebih cepat), aku menyaksikan sebuah pemandangan dimana tumpukan baju kotor begitu banyaknya. Gabungan baju kotor milikku dan milik istriku sudah begitu memenuhi keranjang, ditambah lagi dengan baju kedua anak kami yang lebih banyak lagi.

Aku tertunduk tak berdaya! Satu hal penting yang baru aku sadari tanpa pernah aku mengetahui sebelumnya bahwa ternyata istriku menanggung beban pekerjaan yang begitu besar dan berat.

Tiba-tiba saja aku menjadi tak bertenaga,  hatiku terasa sakit, aku merasa sedih sekaligus malu. Aku baru sadar, saat itu anak pertama kami baru berusia hampir 4 tahun, anak kedua kami hampir berusia 1 tahun.

Aku merasa menjadi pria paling bodoh dan perasaan bersalah mulai menggelayuti pikiran, bagaimana mungkin sudah bertahun-tahun selama ini aku tidak mengetahui bahwa ternyata istriku memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang sangat besar. Belum lagi istriku seorang diri mengurus anak-anak kami.

Tak ada tindakan lain yang bisa kulakukan. Aku langsung memeluk istriku, aku mencium keningnya sambil menangis dan meminta maaf padanya. Aku sadar akan kesalahanku selama ini, aku baru paham bahwa pekerjaan ibu rumah tangga itu sangat melelahkan, berat dan jika kubayangkan, aku rasanya tak mungkin sanggup menggantikan pekerjaan istriku mengurus rumah dan anak-anak seperti yang selama ini ia lakukan.

∝ ∝ ∝ ∝ ∝ ∝

Semenjak peristiwa itu, setiap aku memiliki waktu luang, aku pasti akan membantu pekerjaan istriku, dan kini, bukan hanya istri, aku sendiri tidak menutup pintu kamar mandi saat mandi, supaya aku juga bisa terus mengawasi anak-anak kami.

Alur hidup kami berubah. Ternyata mengurangi beban istri itu membawa efek kebahagiaan tersendiri. Hidup berkeluarga, sebagai suami – istri sudah semestinya untuk saling bekerja sama, saling membantu. Saling berusaha meringkan beban pasangannya. Dan yang terlebih, profesi sebagai ibu rumah tangga itu adalah sesuatu yang berat, bukan saja karena tidak ada gajinya, tapi karena hal itu tak semudah yang kita bayangkan. Salah satu cara menghormati profesi itu adalah dengan memuliakan sang istri dan membantu mereka ketika kita sedang memiliki waktu luang.

Suami istri yang baik tidak akan saling merendahkan. Kebahagiaan dalam rumah tangga hanya bisa terbentuk manakala keduanya mampu saling memahami dan penuh dengan rasa pengertian.

Mesothelioma lawyers

∝ ∝ ∝ SELESAI ∝ ∝ ∝

Sungguh cerita diatas patut kita telaah lebih dalam lagi. Banyak diantara kita yang tak menyadari bahwa tugas istri yang mengurus rumah dan anak adalah tugas kecil dan ringan. Namun kenyataannya itu bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Banyak pengorbanan yang mereka lakukan terkadang tidak kita ketahui. Kita sebagai suami juga terkadang begitu egoisnya, sama sekali tidak mempedulikan si istri.

Bisa jadi si istri lelah, butuh istirahat sejenak, namun kita dengan pongahnya minta di buatkan secangkir kopi. Si istri karena merasa itu kewajibannya, mau tak mau tetap melayani meskipun kondisinya sedang tidak bertenaga. Disinilah kemampuan dan kepekaan kita sebagai seorang suami sedang diuji. Suami bukan saja sebagai tulang punggung, namun sapaan hangatnya kepada sang istri adalah sebuah keharusan. Kepeduliannya kepada si istri adalah sebuah sikap yang tak boleh terlepas.

Bahkan Nabi Muhammad SAW saja tetap membantu pekerjaan istrinya. Siapalah kita yang hanya karena telah berhasil menafkahi lantas tak mau lagi membantu sang istri saat kita memiliki waktu senggang. Keluarga yang harmonis dan bahagia itu bisa terbentuk dari seluruh komponen yang ada dalam rumah itu, bukan hanya oleh seorang saja.

So, mulai sekarang, marilah kita belajar berkeluarga yang baik. Sehingga benarlah akan terbentuk sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Aamiin…

SHARE ya keteman-temannya!

Mesothelioma lawyers



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *