Nyesel Baru Tau Skrg! Penting Dibaca Bunda, Kebiasaan Ini Bisa Memicu Rusaknya Sel Otak Anak, 80% Ibu² Sering Melakukannya!

ASTAGHFIRULLAH! Baca Ini Bunda, Inilah Dampak Mengerikan Ibu yang Suka Marah-Marah Pada Anak (Bisa Membuat Sel Otak Anak Mati)

Bunda, sering memarahi anak? Duh, sebaiknya segera kurangi kebiasaan itu yaa…

Apalagi bila Bunda termasuk memarahi anak dengan membentak dan memukul. Karena itu bila Bunda punya kebiasaan itu, simak ini yaa…

6 Dampak Buruk Jika Anak Sering Dimarahi

Kadang memarahi anak tidak bisa dihindari, bahkan karena beban kerja yang dimiliki orang tua disulut karena berbagai macamnya perangai anak-anak kita. Namun, sebelum bunda memarahi anak sehingga menjadi kebiasaan yang terus menerus. Perlu diingat 6 dampak buruk anak sering dimarahi :

1. Kerusakan/kematian sel-sel otak anak

Seorang Neuroscientist di Chicago Medical School, Lise Eliot, Phd, dalam bukunya “Whats going on in There? How The Brain and Mind Develop in The First Five Years of Life. Menceritakan sebuah fakta yang begitu mencengangkan. Ia melakukan penelitian perkembangan otak terhadap bayinya sendiri. Lise memasang seperangkat alat khusus di kepala bayinya.

Alat itu dihubungkan dengan kabel-kabel komputer agar dia bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan sel otak anaknya melalui layar monitor. Saat bayinya bangun, dia memberinya ASI. Ketika bayinya minum ASI, Lise melihat gambar-gambar sel otak anaknya di layar monitor sedang membentuk rangkaian yang indah.

Ketika sedang asyik menyusui, tiba-tiba bayi Lise menendang kabel komputer. Si ibu sontak kaget dan berteriak, “No!” Ternyata teriakan si ibu membuat bayinya kaget, saat itu juga Lise melihat gambar sel otak anaknya di layar monitor terus menggelembung seperti balon, semakin membesar dan akhirnya pecah. Selanjutnya terjadi perubahan warna yang menandai kerusakan sel otak.

2. Penurunan kepercayaan diri

Anak-anak yang sering dimarahi cenderung akan berpikir, bahwa penyebab dia dimarahi adalah karena melakukan kesalahan. Semakin sering anak dimarahi, maka semakin kuat opini pada diri anak bahwa semua tindakannya adalah salah, sehingga takut melakukan hal-hal yang baru, merasa minder, dan pada akhirnya anak akan kehilangan rasa percaya diri, dan Anak akan menjadi pasif karena cendrung memilih diam dan tidak berbuat daripada dimarahi.

3. Depresi

Anak yang sering dimarahi bisa mengalami tekanan mental atau depresi. Anak akan jadi lekas marah atau frustasi, egois, agresif, merasa sedih, merasa tidak berharga atau bersalah, dan lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak.

4. Trauma

Kemarahan tidak mengajarkan apa-apa terhadap perkembangan si kecil, justru membuat renggang ikatan batin antara orang tua dan anak, anak akan merasa tidak nyaman dan takut karena perilaku orang tuanya. Anak yang sering kena marah bisa mengalami trauma

5. Introvert

Anak akan memiliki pribadi yang tertutup. Kepribadian introvert merupakan kondisi psikologis dimana anak lebih pendiam dan cenderung menutup dan menarik diri dari lingkungannya. Anak enggan mengungkapkan isi hatinya atau permasalahan yang dihadapinya, takut mengutarakannya karena takut dipersalahkan.

6. Apatis

Akibat terlalu sering dibentak dan dimarahi, anak akan menjadi bersifat apatis, sering tidak peduli terhadap suatu hal.

Dengan melihat dampak buruk memarahi anak, apa bunda mau marah lagi??

Dampak Lainnya Jika Sering Membentak & Memarahi Anak yang Perlu Bunda Ketahui

Dan berikut beberapa pengaruh yang akan diterima oleh anak-anak jika mereka di bentak atau dimarahi

1. Membentak anak dapat merusak visual anak seperti motorik dan sensorik yang akan mempengaruhi perilaku dan pola pikir mereka. Selain itu juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang

2. Menurut penelitian, orang tua atau orang lain yang berteriak, marah-marah atau membentak anak-anak akan menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur otak pada anak

3. Membentak anak secara terus menerus, memarahi, atau berbicara keras akan menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran pada anak

4. Seperti yang telah disebutkan diatas, jika anak sering diperlakukan kasar seperti berteriak atau membentak maka anak akan meniru perilaku dari orang tua tersebut

5. Membentak anak akan menyebabkan jantung anak akan berdetak lebih cepat dan akan menyebabkan jantung menjadi lelah

6. Membentak akan menyebabkan anak menjadi tertekan atau depresi, sehingga akan membuat anak berperilaku lebih buruk

7. Memarahi atau membentak anak jika dilakukan didepan umum akan menyebabkan tingkat kepercayaan anak menurun

8. Membentak atau memarahi anak akan menyebabkan anak kurang inisiatif dan kreatif karena apa yang dilakukan takut salah

Cara Agar Tidak Jadi Ibu Pemarah

Sahabat sekalian, mengurus dan mendidik anak memang bukan pekerjaan mudah, diperlukan kesabaran luar biasa dan kemampuan mengendalikan emosi agar bisa menjadi ibu yang hangat dan nyaman bagi anak-anaknya.

Akan tetapi, bagaimana jika seorang ibu memiliki temperamen yang meledak-ledak alias pemarah?

Waspadalah, penelitian dari Oregon State University (OSU) menunjukkan adanya keterikatan antara karakter bawaan atau gen dengan lingkungan yang akan membentuk pribadi seorang anak.

Ibu yang mudah marah dan gampang bereaksi akan mengakibatkan sang anak mempunyai karakter yang kurang lebih sama. Lebih jauh lagi penelitian ini menunjukkan bahwa bagaimana seorang anak dibesarkan di usia awal akan mempengaruhi karakternya di tahun-tahun berikut fase kehidupannya.

Tak mengherankan jika ibunya mudah berkata kasar, membanting barang, memukul atau marah-marah di hadapan anak, anak cenderung akan menirunya dengan cepat.

Maka, wahai Ibu… sadarilah betapa pentingnya kelemahlembutan Anda dalam mendidik anak-anak. Tahan diri ketika ingin berteriak di depan anak, memukul mereka, atau menyakiti mereka dengan makian dan cubitan. Ingatlah salah satu wasiat terpenting yang Rasulullah berikan bagi siapapun yang ingin menggapai surga Allah:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR al-Bukhari)

Cari tahu juga bagaimana cara terbaik mengelola emosi dan melampiaskan amarah dengan tepat.

Hati-Hati ya Bunda, Perkataan Buruk Ibu Ternyata Bisa Menghancurkan Mental Anak

Anak-anak sering jadi korban omelan emaknya.

Diam-diam, omelan kita membekas di hati anak dan bikin sakit hati. Kalau sudah sakit hati, omelan itu bisa bikin mental anak rusak lho.

Bunda harus tahu, perkataan buruk adalah hal paling buruk yang merusak mental anak. Kalau begitu, sudah berapa kali kita merusak mental anak?

Mungkin kita ngomelin anak setiap hari gara-gara hal kecil. Anak sih salahnya enggak seberapa, tapi gara-gara emaknya capek habis nyuci baju, eh, anaknya kena omelan. Kalau sudah ngomel kadang emak ngomong semaunya sampai kelepasan.

Tanpa sadar,omongan emak sudah bikin mental anak down dan kebawa sampai gede. Bahaya banget tuh, cuman gara-gara omelan emak, masa depan anak hancur. Mungkin sepele di mata emak, tapi sangat serius buat anak.

Jadi tolong, hati-hati sama perkataan Bunda ke anak.

Suatu hari ilmuan jenius Thomas Alva Edison menulis catatan yang sangat mengharukan. Ia menulis, “Thomas Alva Edison adalah anak gila yang oleh seorang pahlawan bernama ibu diubahnya menjadi yang paling jenius sepanjang abad.

Perkataan yang buruk merusak mental dan moral seseorang, tetapi perkataan yang baik mampu memotivasi seseorang untuk menjadi yang terbaik.”

Ia sedang mengingat masa kecil yang begitu membekas di hatinya. Suatu hari Thomas kecil pulang sekolah membawa surat dari guru untuk ibunya. Sang ibu membaca, lalu berkata kepada Thomas sambil menangis, “Kamu terlalu jenius dan tidak ada guru yang sanggup mengajari anak sejenius dirimu. Mulai besok biar ibu yang mengajarimu di rumah.”

Thomas kecil hanya mengangguk. Bertahun-tahun setelah ia dewasa, Thomas sudah jadi seorang ilmuwan dan penemu teknologi yang luar biasa. Ibunya sudah meninggal.

Suatu hari ia bersih-bersih rumah dan menemukan surat dari masa kecilnya itu. Ia baru tahu kalau surat itu berisi perkataan yang amat buruk dari sang guru. Di sana tertulis, “Anak kamu memiliki masalah kejiwaaan, kami tidak mengizinkannya untuk datang ke sekolah ini lagi.”

Thomas Alva Edison baru mengetahui hal itu lalu menangis selama berjam-jam. Ia sadar, ibunya adalah seorang yang sangat baik, memilih memotivasi daripada ikut mencaci anak sendiri.

Dan berkat motivasi itu, Thomas jadi ilmuwan hebat yang diingat sepanjang masa.

Jadilah ibu yang selalu mengatakan kebaikan pada anak, jangan sekali-kali menjelek-jelekkan atau mencaci sebab itu melukai dan merusak mentalnya. Perlakukan anakmu sebagai seorang yang hebat dan jenius.

7 Kalimat yang Baik Diucapkan untuk Perkembangan Diri Anak

Anak kecil cenderung melakukan suatu hal yang nggak bisa diprediksi. Karena sedang berada dalam masa pertumbuhan, sangat penting bagi seorang ibu untuk nggak menyebutkan kata-kata negatif secara langsung kepada anak. Hal ini berdampak pada efek yang akan terjadi setelahnya, anak akan mengingat apa yang diucapkan oleh sang ibu sampai kapanpun.

Jadi, sebaiknya pilih frasa yang akan membuat mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri saat berada di dalam dan di luar ruangan untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit. Namun kata-kata yang baik nggak melulu berbunyi “good job” lho, Bela. Coba katakan hal-hal positif setiap hari pada anak seperti kata-kata di bawah ini.

1. “Kamu buat ibu bangga”

Ketika anak menunjukkan sesuatu yang mendukung perkembangannya, sebagai seorang ibu kamu harus memberi pujian supaya anak terus terdorong untuk selalu melakukan hal-hal positif yang bisa dipersembahkan pada ibu. Cukup dengan mengucapkan “Kamu buat ibu bangga”, sang anak akan merasa bahagia.

2. “Ibu senang menjadi orangtua kamu”

Apapun yang sedang dikerjakan oleh anak di rumah, coba kamu dekati dan temani aktivitasnya. Kamu juga bisa buat kehadirannya lebih berarti dengan mengatakan “Ibu senang menjadi orangtua kamu”.

3. “Ibu percaya sama kamu”

Dengan memberi kepercayaan pada anak, anak akan berusaha menjaga kepercayaan itu supaya nggak mengecewakanmu. Meskipun anak nantinya melakukan kesalahan, sebaiknya kamu tetap ucapkan kalimat yang membangun, seperti “Ibu percaya sama kamu”.

4. “Ibu tahu kamu selalu lakukan yang terbaik”

Setiap hal yang dilakukan oleh anak, anak selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Beri pujian lain saat anak sedang berjuang mengerjakan sesuatu, seperti “Ibu tahu kamu selalu lakukan yang terbaik”.

5. “Ibu senang bisa menghabiskan waktu denganmu”

Sesibuk apapun kamu, sempatkan waktu tiap harinya untuk bersama anak menemani aktivitas bermain, belajar, ataupun istirahatnya. Jangan lupa setelah itu kamu perlu mengucapkan “Ibu senang bisa menghabiskan waktu denganmu”.

6. “Jangan takut untuk menjadi dirimu sendiri”

Ada kalanya sang anak merasa pesimis, sedih, murung, bahkan takut terhadap suatu hal yang baru saja ia temui. Beri dukungan moril dan saran yang membangun pada anak. Selain itu, tambahkan ucapan “Jangan takut untuk menjadi dirimu sendiri” supaya anak menjadi lebih percaya diri.

7. “Pertanyaan yang bagus!”

Anak kecil sering dibayang-bayangi oleh rasa penasaran. Berangkat dari hal ini, ia biasanya menanyakan pada orang tua saat berada di rumah tentang sesuatu yang membuatnya bingung. Sebelum kamu menjawab pertanyaan sang anak, beri pujian dengan mengatakan “Pertanyaan yang bagus!” sebagai bentuk penghargaan kamu dari orang tua kepada anak.

Apa yang akan kamu katakan pada sang anak hari ini?

SHARE Biar orang tua diluaran sana banyak yang tau!!